Inspiring Woman, Ibu Susi dan Pengalaman Inspiratifnya

Kunjungan Kerja Menteri Kelautan dan Perikanan RI. KKP

Dalam suatu acara The Best Employee 2017 lalu, diselenggarakan oleh Gramedia Kompas di Studio Gold Kompas TV pada tanggal 8 Februari 2018 . Susi Pudjiastuti yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan didaulat sebagai tokoh perempuan yang banyak menginspirasi publik tahun 2017 lalu.

Suatu acara yang dibawakan oleh presenter Rosiana Silalahi berhasil menghadirkan langsung Ibu Susi sebagai narasumber di acaranya. Acara yang berlangsung beberapa menit tersebut, menarik minat penonton, alhasil Ibu Susi langsung diberondong pertanyaan-pertanyaan yang cukup menggelitik. Diantara pertanyaan-pertanyaan tersebut tentang twitwar antara dirinya dengan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon pada pagi hari tanggal 8 Februari 2018 lalu.

Dalam twit-nya, Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra tersebut melayangkan kritikannya terhadap Ibu Susi terkait penenggelaman kapal. Menurut Fadli, hal itu tak ubahnya demi pencitraan saja atau untuk terlihat baik di media sosial.

Menanggapi pernyataan tersebut, Ibu Susi meresponsnya dengan menanya balik prestasi Wakil Ketua DPR (Fadli Zon) itu apa? Sontak seluruh hadirin di studio tersebut tertawa mendengar respons Ibu Susi.

Di samping itu, ada beberapa hal yang lebih menggelitik lagi, terkait pernyataan Rosi tentang riwayat pendidikan Ibu Susi yang latar belakang pendidikannya hanya di bangku kelas 2 SMA, namun berhasil menjadi Menteri Kelautan. Ibu Susi kemudian menanggapinya dengan santai, “Tidak mungkin Pak Jokowi yang menjadi Menteri,” seloroh Ibu Susi.

Para audiens pun kembali terhibur dan tertawa mendengar jawaban Ibu Susi. Namun sebagai inspiring women, Ibu Susi meminta kepada masyarakat supaya meneladani bagian-bagian attitude dari dirinya yang positive, terkait ketidak lulusannya menempuh jenjang SMA tidak harus diteladani oleh masyarakat.

Akan tetapi, kendati tidak lulus SMA, Ibu Susi mengaku bahwa sejak ia di bangku sekolah, ia sering bergaul dengan kawan-kawannya yang pintar. Alasannya supaya ikut termotivasi sebagaimana teman-teman lainnya.

Salah satu teman seperjuangannya, yaitu Dwikorita Karnawati. Saat ini menjabat sebagai Ketua BMKG, Susi mengaku banyak belajar dari temannya itu. Ia pun berkali-kali memuji perempuan tersebut yang pernah menjadi Rektor UGM.

Ibu Susi juga menasehati bahwa jika berteman dengan smart people maka kita akan ikutan pintar. begitu sebaliknya jika hunging dengan stupid people, kita jadi ikutan bodoh dan malas. Nasihat sulit diterima oleh nalar, perihal dirinya dan perjalanan karir yang mengantarkannya hingga menjadi Menteri Kelautan Indonesia.

Dalam Perjalanan kisah hidup Ibu Susi, rupanya garis tangan berbicara lain, sejak putus sekolah, Susi merintis karir dari nol. Dari menjual ikan di pasar hingga memiliki maskapai ‘Susi Air.’ Ibu Susi membuktikan bahwa dirinya merupakan perempuan pekerja keras yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata.

Soal penampilannya juga pernah dibahas oleh Rosi. Sejak menjadi menteri, penampilan Ibu Susi menjadi lebih feminin. Penampilan yang disulap oleh tim tata rias khusus, menurut Susi hal itu memakan banyak waktu.

Akhirnya ia pun menjelaskan soal waktu kehidupan yang diberikan oleh Tuhan. Jika Tuhan memberi usia seseorang 70 tahun, maka sepertiga waktunya dihabiskan untuk tidur. Sisa waktu tidur inilah yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Menurut Ibu Susi, kadang waktu pidato saja kita sudah habis dimakan waktu misal pelafalan kalimat ‘Untuk para yang terhormat, Kepada para yang terhormat bapak ini, bapak itu dan seterusnya.’

Termasuk dalam berdandan, terkadang membutuhkan waktu hingga 30 menit. Tapi yang membuat ia heran, kepada para insan pers, dirinya sudah berdandan tetapi foto yang dipasangnya masih yang rambutnya ‘kriwel-kriwel’ sampai yang lagi ‘ngupil’ di DPR.

Filosofi kepemimpinan dari wanita kelahiran 15 Januari 1965 ini juga turut dipertanyakan oleh Rosi. Jawaban Ibu Susi pun simpel, ia menjabarkan tentang beberapa hal seperti ada hal-hal yang dimiliki oleh anak buah namun tidak boleh dimiliki oleh pemimpin.

Pertama, pemimpin itu tidak boleh ambisius. Walaupun dibutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam mengambil keputusan bukan berarti ambisius. Kedua, pemimpin tidak boleh kikir. Ketiga, pemimpin tidak boleh takut atau menjadi penakut.

Hal itu berdasarkan pengamatan Ibu Susi selama berkecimpung di birokrasi, ia banyak melihat orang yang takut untuk benar. Ia juga melihat kalau orang-orang Indonesia berani to says to trues dan edukatif, maka kita akan maju. Tetapi terkadang melihat ketimpangan yang terjadi di mana-mana, masyarakat sering lelah sendiri, akhirnya menimbulkan fatigue. Fatigue merupakan kondisi paling buruk. Jika seseorang terjangkit fatigue, ia bisa saja mengalami keadaan seperti zombie dan logika tidak berjalan.

Kondisi tersebut yang membuat segala sesuatu menjadi tidak seimbang, baik antara ambisi dengan nafsu, atau antara emosi dengan logika. Ketika orang mampu menjalankan keseimbangan itu semua dengan baik, maka recognition akan muncul dengan sendirinya.

Hal menarik dari acara tersebut, selama kurang lebih satu jam ketika Susi menceritakan pengalamannya waktu pertama kali ditunjuk sebagai menteri. Pada waktu itu, Susi merasa banyak orang yang menganggap dirinya ‘Gila’. Ia pun menganggap hal itu bukan masalah besar atau kegilaan dalam hal kebaikan kepada negara.

Sewaktu presiden menanyakan apa yang akan dilakukan untuk menjaga laut kita dari para pelaku illegal fishing, sontak Ibu Susi menjawab ‘Tenggelamkan!’ Orang pun menganggap ini bodoh. Ia pun menghibur dirinya, tidak masalah itu bodoh yang penting orang takut untuk mencuri di laut kita, produksi ikan naik dari 6,5 juta ton menjadi 12,5 juta ton. Salah satu kebanggaan Ibu Susi bahwa tahun 2015 lalu, Indonesia meraih peringkat penghasil ikan di Asia Tenggara.

Dalam durasi satu jam tersebut, para audiens dan pemirsa Kompas TV sangat terhibur oleh jawaban-jawaban Susi yang penuh humor, namun sarat makna dan sekaligus inspirasi. Di penghujung acara, Ibu Susi memberi pesan dan meminta semua pihak untuk mendukung program maritim pemerintah dan menjadikan laut sebagai alternatif masa depan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *