Mengenal Laut dan Manfaatnya Bagi Kehidupan Manusia

Kekayaan Perikanan dan Kelautan Indonesia Peringkat Satu di ASEAN. KKP

Keberadaan Laut di bumi sekitar ribuan abad yang lalu. Kita pun mengenal hewan pertama di laut yaitu ubur-ubur dan terumbu karang, yang muncul sekitar 700 tahun silam. Berikutnya disusul Trilobita yang muncul sekitar 500 tahun yang lalu. Pertama, zona yang disinari matahari, kedalamannya sekitar 150 meter di bawah permukaan laut dan dapat ditembus cahaya matahari sehingga menjadi zona terhangat (biota yang hidup pada zona ini ubur-ubur, penyu hijau, ikan terbang, ikan buntal, lumba-lumba, ikan barakuda, ikan pari, ikan layaran, ikan hiu, ular laut, dan ikan tuna).

Kedua, zona temaram dengan kedalaman di bawah 200 meter, laut mulai temaram (agak gelap), semakin ke dalam semakin berkurang jenis dan jumlah hewan/biota yang ada di zona ini (biota yang hidup pada zona ini sidat/belut laut, ikan lentera, nautilus, ikan dayung, cumi-cumi, dan ikan kapal).

Ketiga, zona gelap, kedalaman di bawah 1000 meter. di wilayah ini, suasana laut gelap gulita dan sangat dingin, biasanya bersuhu sekitar 0°C. Pada zona ini hiduplah beberapa beberapa jenis ikan laut. Untuk mempertahankan hidupnya mereka saling memangsa satu sama lain dan memakan zat-zat makanan yang turun dari lapisan atasnya (biota yang hidap pada zona ini adalah ikan-ikan laut dalam).

Negara Indonesia dikenal sebagai Negara Bahari dengan laut yang sangat luas, mencapai 5,8 juta km² dengan garis pantai sepanjang lebih dari 95.181 km. Indonesia juga dikenal sebagai Negara Kepulauan dengan jumlah pulau yang sangat banyak, sekitar 17.508 pulau. Wilayah pesisir laut sangat kaya dengan mangrove, padang lamun dan terumbu karang. Indonesia kemudian dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran hutan bakau (mangrove) dan terumbu karang di dunia.

Luas mangrove sekitar sekitar 4,3 juta km² atau 30 persen dari total mangrove dunia. Demikian juga dengan terumbu karang, luasnya diperkirakan 85.707 km² atau 15 persen total terumbu karang dunia. Laut bukanlah sebagai pemisah pulau-pulau namun laut berfungsi sebagai pemersatu pulau-pulau besar dan kecil yang bervariasi keindahannya. Pulau-pulau kecil yang banyak terdapat di perairan Indonesia memiliki sumber daya perikanan laut yang bernilai ekonomi tinggi seperti halnya sumber daya karang beserta seluruh biota yang ada di dalamnya.

Disadari maupun tidak, wilayah pesisir banyak mengalami kerusakan oleh aktivitas manusia. Penyebab kerusakan itu pada umumnya di wilayah pesisir memiliki sejumlah ekosistem yang bervariasi. Hal ini jika dapat dibandingkan dengan daratan. Masyarakat umumnya mempunyai hubungan ketergantungan pada wilayah pesisir dan laut. Hal tersebut karena wilayah pesisir dan laut banyak mengandung hayati laut yang menjadi salah satu sumber kehidupan.

Kekayaan nirhayati, selain kekayaan sumber daya yang berasal dari berbagai tumbuh-tumbuhan, dan hewan laut. Negara Indonesia juga memiliki keindahan alam dan kaya dengan sumber daya mineral seperti minyak dan gas bumi, pasir, energi pasang surut, dan wisata bahari. Tumbuhan dan hewan laut yang mati terkubur di dasar laut dalam waktu yang lama (ratusan tahun) membentuk lapisan pasir dan lumpur, kemudian sisa tumbuhan dan hewan terkubur semakin dalam mendapatkan panas hingga membentuk minyak dan gas bumi. Kenyataannya memang saat ini kita biasa mendapatkan minyak dan gas bumi dari dasar laut.

Laut kaya akan sumber daya yang bermanfaat, salah satunya air laut dalam (deep ocean water). Deep ocean water banyak mengandung mineral yang bermanfaat bagi manusia. Salah satu pemanfaatan deep ocean water adalah dengan mengolahnya menjadi air mineral yang memiliki kandungan mineral yang seimbang sehingga dapat dimanfaatkan (diminum) secara langsung.

Deep ocean water merupakan air laut dalam, dengan kedalaman lebih dari 350 meter. Air laut dengan kedalaman tersebut memiliki suhu sekitar 3°C dengan salinitas (kadar garam) sekitar 34 – 35 permil dan memiliki kandungan mineral yang bermanfaat bagi tubuh. Berbagai sumber menyatakan bahwa air laut di kedalaman tersebut memiliki banyak kandungan mineral.

Pertama, Sodium. Mineral ini disebut juga sebagai garam yang berfungsi sebagai pengatur keseimbangan cairan tubuh, aliran darah dalam tubuh, serta sebagai anticoagulation dari darah. Kedua, Kalsium (Calcium). Kalsium merupakan mineral pembentukan tulang dan gigi. Ketiga, Kalium (Potassium), termasuk salah satu mineral yang banyak terdapat dalam tubuh manusia. Kalium berfungsi sebagai pengatur tekanan darah dan keseimbangan air dalam sel serta membantu dalam kontraksi otot. Keempat, Magnesium, yang berperan membantu dalam pembentukan tulang, gigi dan proses penyerapan kalsium dan potassium. Selain itu, magnesium juga dibutuhkan untuk metabolisme selular dan produksi energi dengan aktivitas enzim.

Kelima, Phosphorous. Mineral tersebut membantu proses kinerja pada otak manusia. Keenam, Chromium. Mineral ini berfungsi dalam membantu mengaktifkan insulin dalam proses metabolisme untuk menghasilkan energi bagi tubuh. Ketujuh, Mangan (Manganese). Mineral ini merupakan cofactor dalam aktivitas enzim, serta penting pada mitokondria dan kegiatan sel terhadap infeksi virus. Kedelapan, Zinc, merupakan mineral yang berfungsi sebagai pembentukan struktur selular dan pembentukan DNA. Kesembilan, Zat Besi, merupakan mineral yang penting dalam memproduksi hemoglobin dalam sel darah.

Peran penting laut lainnya, untuk mengontrol iklim di bumi dengan memindahkan panas dari daerah ekuator menuju ke kutub. Tanpa peranan laut, maka hampir keseluruhan planet bumi akan menjadi terlalu dingin bagi manusia untuk hidup. Lautan juga berperan menangkap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer dalam jumlah yang sangat besar.

Hampir sekitar seperempat CO2 yang dihasilkan oleh manusia dari hasil pembakaran bahan bakar fosil diserap dan disimpan di lautan. Karena pentingnya peranan laut bagi kehidupan manusia, maka kewajiban manusia untuk tetap menjaganya dan merawat laut sebagai warisan bagi generasi selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *