Melihat Kembali Potensi Pasar Ikan di Muara Baru

Upaya Meningkatkan Konsumsi Ikan Indonesia. WRI INDONESIA

Ikan merupakan kekayaan laut yang harus dilestarikan dan dijaga. Posisi laut bagi suatu negara sebagai aset penting untuk sumber kehidupan manusia. Di Indonesia misalnya, dengan luas lautan sekitar 5.8 juta km2 dan garis pantai sepanjang 81.000 km, salah satu pantai terpanjang kedua di dunia. Sudah seharusnya masyarakat Indonesia bisa menikmati kekayaan laut dengan harga yang terjangkau. Adanya nelayan dan pasar menjadi salah satu hal atau tempat transaksi kita untuk menikmati kekayaan alam Indonesia ini. Oleh karenanya bagi suatu negara, sudah seharusnya memperhatikan kesejahteraan dan kebersihan keduanya (nelayan dan pasar ikan).

Pasar ikan merupakan pusat hilirisasi produk perikanan baik tangkap maupun budidaya yang berfungsi sebagai jembatan kepada konsumen. Salah satu sebab masyarakat Jakarta enggan memakan ikan lantaran adanya kekumuhan pasar ikan dan identik dengan aromanya yang menusuk hidung. Bagi sebagian orang, hal itu menimbulkan traumatik tersendiri dalam mengonsumsi ikan, sehingga mereka malas berbelanja di pasar ikan.

Tidak hanya pada nilai ekonomi, pasar ikan juga sarat dengan nilai-nilai budaya dan tradisi yang khas terhadap suatu pusat bertemunya penjual dengan pembeli ikan. Konsep tatap muka langsung hingga silaturahmi dan terjadinya tawar menawar antara penjual dengan pembeli menjadi salah satu keunggulan yang tidak ditemui di pasar swalayan atau mal.

Bagi warga Jakarta, lokasi Muara Baru sudah dikenal sebagai pusat pasar ikan dari perairan Jakarta dan sekitarnya. Namun dengan kondisi yang kumuh, menjadikan tempat itu selalu enggan dikunjungi. Hal sebaliknya, justru sebutan miring terhadap Muara Baru sebagai tempat yang bau dan rawan akan tindak kejahatan.

Maka dari itu, guna mengganti stigma negatif tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan Ibu Susi Pudjiastuti ketika masih menjabat waktu itu melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Pasar Ikan Modern (PIM) Muara Baru di Jakarta Utara. Dalam peresmian pembukaan pembangunan PIM oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut, turut hadir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo, Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan (Persero), Tbk yang diwakili oleh Direktur Gedung M. Aprindy, dan Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Nilanto Perbowo.

PIM Muara Baru merupakan pasar ikan pertama di Indonesia yang mengusung konsep higienis dan modern ‘one stop shopping’ aneka produk perikanan. KKP akan membangun PIM di lahan seluas 22.444 m2. Tujuannya untuk mendukung peningkatan perekonomian, produktivitas dan nilai tambah produk perikanan, serta mengembangkan sentra bisnis kelautan dan perikanan, dan turut berperan dalam peningkatan angka konsumsi ikan.

Ibu Susi mengatakan, dengan konsep higienis dan modern tersebut, ia ingin mengubah paradigma yang berkembang tentang pasar ikan yang selalu kumuh dan bau. Ia juga ingin meningkatkan minat masyarakat untuk mengunjungi pasar dan membeli ikan sehingga dapat meningkatkan konsumsi ikan nasional. Bahkan, Ibu Susi ketika itu juga menargetkan angka konsumsi ikan per kapita masyarakat yang telah mencapai 46,7 kg per kapita meningkat menjadi 53 kg per kapita pada 2018.

Menurut Ibu Susi, ia ingin masyarakat lebih gemar mengonsumsi ikan daripada daging. harga Ikan juga lebih murah dan lebih mudah diperoleh. Harga daging biasanya lebih mahal dan harus impor. Ikan juga lebih sehat kolesterolnya (sedikit) dibandingkan daging. Jika kita membersihkan pasar, masyarakat akan senang belanja ikan. Dengan pasar ikan modern, ia yakin akan bisa meningkatkan minat masyarakat untuk datang berbelanja.

Menurut Ibu Susi, pemerintah tidak hanya akan membangun pasar ikan modern di DKI Jakarta, tetapi juga di kota besar lainnya di Indonesia. Ia menargetkan, setidaknya setiap kota dengan 100.000 penduduk memiliki satu PIM. Oleh karena itu, ia meminta daerah lain turut mendukung dengan menyediakan lahan di tengah keramaian penduduk untuk dibangun PIM. Hal ini agar PIM yang dibangun dapat diakses oleh masyarakat luas.

Ibu Susi ketika itu berharap bahwa PIM akan dibangun itu dapat menjadi titik tolak pembangunan dan menyediakan tempat yang nyaman bagi penikmat makanan laut di seluruh Indonesia. ia menyampaikan bahwa ia ingin pasar ikan modern bisa jadi titik tolak pembangunan yang lebih ramah kepada masyarakat, bagi para pemakai, buat para pengguna dan pecinta seafood, baik produk perikanan darat maupun produk perikanan dari laut.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika itu juga mengapresiasi upaya KKP atas pembangunan PIM Muara Baru tersebut. Ia berharap, pasar ikan modern dapat menjadi destinasi wisata baru di Ibu Kota Jakarta. Di sisi lain, Dirjen PSDKP Nilanto Perbowo memaparkan, PIM Muara Baru akan berisi 900 lapak basah, 69 kios pasar kering, 18 kios pancing, dan 68 kios ikan segar. PIM ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung antara lain chilling room, ice storage, layanan perbankan, klinik kesehatan, wisata kuliner, laboratorium, masjid, pengepakan ikan, gardu PLN, dan instalasi pengelolaan air limbah.

Nilanto juga ikut menambahkan argumen bahwa kita harus menyediakan produk ikan yang high quality, safe, traceable, high value content, dan competitive. Harapan besarnya bahwa pelaksanaan pembangunan pasar ikan modern di Muara Baru tersebut dapat berjalan lancar dan sesuai target.

Sebagai informasi, pembangunan PIM Muara Baru tersebut akan dilaksanakan oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero), Tbk. dalam masa pelaksanaan 13 Desember 2017-27 Desember 2018. Keberhasilan pembangunan iti tentunya akan semakin terwujud jika mendapat dukungan dari semua pihak.