Susunan Organisasi Pemerintahan Adat Salawati, Papua

Pemerintah Daerah Raja Ampat. RAJAAMPATKAB

Raja Ampat yang kita ketahui, wilayahnya merupakan salah satu destinasi wilayah yang recomended untuk liburan memiliki jejak sejarah yang unik dan layak ditelusuri oleh para pemerhati sejarah dan budaya lokal. Organisasi pemerintahan persekutuan hukum adat Salawati memiliki pemerintahan yang unik dan terdiri dari beberapa lembaga, jika dilihat dari segi fungsinya dapat dikelompokkan dalam beberapa lembaga.

Lembaga Fun

Lembaga Fun terdiri dari jabatan Fun dan Dajaga. Fun berkedudukan sebagai pemimpin persekutuan, dan secara ex officio berkedudukan pula sebagai pemimpin lembaga-lembaga pemerintahan yang lain; sedangkan Dajaga berkedudukan sebagai wakil Fun, demikian untuk semua jabatan yang diduduki atau dijabat Fun. Dalam melaksanakan pemerintahan, Fun dibantu pula oleh para pembantunya yang dikenal dengan sebutan ‘matavi.’ Istilah ‘matavi’ berasal dari bahasa Maya dan terdiri dari dua kata, yakni kata ‘mat’ dan ‘tevi’, kata ‘mat’ artinya orang dan ‘tevi’ artinya yang baik atau orang yang bisa dipercaya.

Lebih lanjut tentang istilah Matavi yakni orang yang baik atau orang yang dipercaya. Ungkapan rasa kepercayaan kepada para Matavi tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk pengangkatan para Matavi tersebut sebagai kepala adat (kaut hadat), dan kepada mereka dipercayakan pula untuk menduduki jabatan-jabatan dalam pemerintahan persekutuan. Para Matavi ini dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya bertanggung jawab kepada Fun. Istilah Matavi kemudian digunakan untuk menyebut lembaga pelaksana pemerintahan harian atau juga dapat disebut sebagai lembaga pelaksana keputusan Fun.

Lembaga Matavi

Lembaga ini memiliki makna lembaga eksekutif dan melaksanakan fungsinya di bidang pemerintahan. Lembaga Matavi dipimpin oleh Fun, dan dibantu pula oleh Dajaga yang merupakan wakil dari Fun. Dalam menyelenggarakan fungsinya, Fun dibantu fungsionaris pemerintahan lainya yang diangkat oleh Fun dan diberi tugas melaksanakan tanggung jawab pemerintahan.

Beberapa jabatan peran dalam lembaga Matavi,di antaranya; Pertama, Dumla, bertugas dan berkewajiban mengatur, mengurus, dan menjaga segala aktivitas masyarakat yang berkenaan dengan hak ulayat persekutuan.

Kedua, Maya (Mayoor) memiliki tugas dan kewajiban menjaga keamanan dan ketertiban dalam kehidupan masyarakat persekutuan.

Ketiga, Kapitin Um Jajur, bertugas dan berkewajiban mengatur dan mengurus hasil usaha masyarakat, baik dalam rangka penampungan maupun penyalurannya, termasuk penarikan retribusi dari hasil usaha dimaksud bagi kepentingan persekutuan.

Keempat, Ukum yang bertugas dan berkewajiban mengatur dan mengurus berbagai persoalan kemasyarakatan yang berkaitan dengan pelanggaran aturan-aturan adat, termasuk mempersiapkan proses peradilan bagi orang yang melanggar.

Kelima, Sawo yang bertugas dan berkewajiban menyampaikan pesan atau perintah Fun dan fungsionaris matavi kepada rakyat atau pihak lain, baik di dalam maupun di luar lingkup persekutuan.

Keenam, Sadaha (Sadaha Gamor), bertugas menjaga keamanan dan keselamatan Fun, utamanya dalam melaksanakan tugas persekutuan.

Ketujuh, Punta, bertugas dan berkewajiban mengawasi aktivitas masyarakat yang berkenaan dengan perintah Fun dan fungsionaris Matavi, dan melaporkan hasil pengawasannya kepada pihak yang memerintah.

Kedelapan, Marin, seseorang yang bertugas dan berkewajiban memimpin pemerintahan PNU.

Semua fungsionaris Matavi ketika melaksanakan tugas dan kewajibannya, mereka dibantu oleh beberapa pembantu (fasyul), yang kemudian diangkat oleh masing-masing fungsionaris dengan persetujuan Fun.

Pengangkatan fasyul harus memenuhi kriteria tertentu, sesuai ketentuan adat yang berlaku. Kriteria itu antara lain, masih segaris keturunan dengan fungsionaris yang mengangkatnya, memahami ketentuan-ketentuan adat yang terkait dengan bidang tugas yang akan diembannya, dan memiliki perilaku yang luhur dalam interaksinya dengan masyarakat. Di samping matavi, Fun memiliki pembantu khusus yang dikenal dengan sebutan yel lol. Yel lol memiliki tugas dan kewajiban mengatur serta mengurus berbagai hal yang berkaitan dengan kepentingan Fun, baik dalam kedudukannya sebagai pribadi maupun pemimpin persekutuan. Adapun fungsionaris yel lol dimaksud terdiri dari beberapa tanggung jawab.

Pertama, Sedasamoro dan Sadahulek. Mereka bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan Fun dalam lingkungan rumahnya atau ketika bepergian meninggalkan rumah, kampung atau persekutuan, semacam pengawal pribadi.

Kedua, Upunta. Ia bertugas menyadap informasi dari masyarakat dan menyampaikannya kepada Pemimpin (Fun) mengenai segala sesuatu hal, baik yang berhubungan dengan pribadi dan keluarga maupun menyangkut persoalan persekutuan.

Ketiga, Kapitin. Orang yang bertugas dan berkewajiban melayani kehendak dan kepentingan pribadi Fun dan keluarganya dalam hubungannya dengan urusan kerumahtanggaan.

Lembaga Wara

Lembaga Wara, tidak jauh berbeda dari lembaga Matavi, yang dipimpin oleh Fun dan dibantu oleh Dajaga. Dalam melaksanakan tugas wara, fun juga dibantu oleh beberapa tenaga pengemban amanah.

Pertama, Fungsionaris Matavi. Fungsionaris ini diberi mandat atau tanggung jawab oleh Fun dalam kedudukannya sebagai pemimpin wara, yang terdiri dari dumla, maya, kapitin um jajur, dan ukum.

Kedua, Pemangku Igama. Pemangku igama yang diberi tanggung jawab menduduki jabatan anggota wara, diantaranya imam dan kadi (hakim agama Islam) serta syamas (petugas agama Kristen Protestan). Kedua petugas agama tersebut hanya dihadirkan jika suatu perkara yang disidangkan berkaitan dengan hal-hal keagamaan dari masing-masing agama yang bersangkutan. Oleh karena itu, kehadiran mereka hanya bersifat insidentil atau kasuistis. Demikian juga jika dikehendaki oleh pemimpin wara.

Ketiga, Pemimpin Mon. Definisi Mon yaitu suatu makhluk kasat mata yang memiliki kekuatan super dan gaib di luar kekuatan manusia, diyakini oleh masyarakat adat setempat sebagai bagian dari kehidupan manusia baik yang hubungannya dengan alam kosmos serta alam lingkungan di mana mereka hidup.

Kepercayaan itu diyakini oleh masyarakat setempat bahkan di masa sebelum masuknya agama-agama samawi. Pemimpin Mon dikenal dengan subutan kaut mon atau syamon. Syamon inilah yang biasanya mewakili pihak mon sebagai anggota wara. Hal mana mengingat keahlian dan pengetahuannya tentang berbagai hal mistis atau yang berhubungan dengan kekuatan-kekuatan magis (magisch kracht), dan masih diyakini kuat oleh masyarakat setempat sebagai suatu kekuatan yang mampu mempengaruhi perilaku kehidupan manusia dalam hubungannya antara sesama manusia, antara manusia dengan alam, dan antara manusia dengan makhluk supernatural (bangsa mon) termasuk para arwah leluhur mereka.

Lembaga Wara bertugas memproses dan menyelesaikan sengketa-sengketa yang muncul di dalam kehidupan masyarakat. Lembaga wara masih menjadi tangung jawab ukum (fungsionaris Matavi), termasuk mengadakan pengawasan terhadap pelaksanaan putusan musyawarah wara.