Upaya Meningkatkan Konektivitas Maritim Zona Timur Indonesia

Tingkatkan Sinergitas. BAKAMLA

Laut Indonesia, terbentang luas dari Sabang hingga Merauke. Wilayah perairan yang membentang lebih luas dibanding daratannya. Terdiri dari sekitar 17.499 pulau, 81.000 km panjang garis pantai, inilah yang membuat Indonesia merupakan negara kedua setelah Kanada yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Membuat saya semakin kagum dengan Indonesia.

Kekayaan alam (laut) Indonesia membuat negara ini disebut sebagai negara maritim. Artinya, banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk mendukung pembangunan Indonesia, lebih-lebih dalam bidang maritim.

Saya yang sudah cukup lama mendalami tentang kelautan merasa terpanggil untuk mengabdi pada negeri dengan menjadi TNI Angkatan Laut mulai tahun 1988 hingga tahun 2022 ini. Kini jabatan saya sebagai Kepala Kantor Keamanan Laut (Kamla) Zona Maritim Timur. Wilayah laut bagian timur merupakan tanggung jawab saya, terkait keamanannya.

Zona laut Indonesia mulai dari kawasan perairan Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua sangat luas wilayahnya, ini yang membuat saya menjadi bangga dengan kekayaan Tanah Air. Indonesia sebagian besar dikelilingi oleh lautan, yang artinya potensi laut sangat kaya, perlu dikelola dengan tepat dan dijaga dengan penjagaan yang ketat.

Kekayaan alam (laut) Indonesia membuat negara ini disebut sebagai Negara Maritim. Artinya, banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk mendukung pembangunan Indonesia, lebih-lebih dalam bidang maritim. Mulai dari wilayah laut barat, selatan, utara hingga timur. Saya yang diberikan kepercayaan menjabat sebagai Kakamla Zona Maritim Timur ini sudah sangat siap untuk ikut berkontribusi aktif membangun negeri.

Sebagaimana yang mungkin sudah diketahui, bahwa Bakamla merupakan Badan Keamanan Laut yang akan selalu siaga melakukan patroli untuk menjaga dan melakukan keamanan wilayah perairan. Meski terbilang tanggung jawab baru sebagai Kakamla membuat saya lebih bersemangat mengemban amanah dan membuktikan sebagai pimpinan yang tepat dan diandalkan.

Dalam upaya membangun keamanan, saya melakukan kerja sama bidang keamanan lalu lintas laut dengan beberapa institusi, pertama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku. Kerja sama ini meliputi kegiatan sosialisasi P4GN dengan melaksanakan tes urine bagi semua personel Angkatan Laut di berbagai tingkatannya. Langkah ini bertujuan sebagai upaya meningkatkan kesiagaan tiap-tiap personel di Zona Maritim Timur yang digelar beberapa waktu lalu.

Masih dalam upaya menegakkan keamanan jalur laut Zona Maritim Timur, langkah kedua yang saya lakukan yaitu melakukan kunjungan untuk meningkatkan sinergitas dengan Polda Maluku. Kunjungan yang diagendakan ini pada tanggal 11 Juni 2022 lalu yang bertujuan meningkatkan kerja sama keamanan laut di kawasan Maluku dan sekitarnya.

Keamanan laut penting untuk dijaga, agar para nelayan dan masyarakat lainnya dapat hidup dengan aman dan menikmati kekayaan laut sepuasnya. Karena potensi laut dari dulu hingga kini cukup potensial meningkatkan ekonomi masyarakat. Jadi, keamanan perairan harus selalu siaga.

Dengan mengagendakan upaya kerja sama ini, maka kinerja akan lebih praktis jika satu dengan lainnya saling menjalin ikatan yang sama rasa dan sama tujuan, yaitu untuk membangun Indonesia khususnya zona laut Timur yang aman bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pelayaran bisa dilakukan dengan gratis dengan syarat menaati protokolnya.

Bagi saya, merekatkan hubungan silaturahmi antara Bakamla RI dengan Polri dapat mendukung keamanan di darat maupun laut. Merawat silaturahmi merupakan suatu hal yang penting untuk dilakukan.

Bakamla yang merupakan institusi keamanan pemerintah memiliki peran signifikan yaitu bertugas melakukan keamanan dan keselamatan wilayah perairan Indonesia memiliki kewenangan sebagaimana yang dijelaskan dalam Perpres 178/2014, yaitu:

Pertama, melakukan pengerjaan seketika. Kedua, memeriksa, memberhentikan, menangkap, membawa, dan menyerahkan kapal kepada instansi yang berwenang untuk pelaksanaan proses hukum. Ketiga, melakukan sinergitas sistem informasi keamanan dan keselamatan di perairan Indonesia serta di wilayah yurisdiksi Indonesia.

Rangkaian silaturrahim dan kerja sama juga dilakukan dengan Gubernur Maluku ketika itu, Murad Ismail tanggal 13 Juli 2022. Langkah silaturrahim ini diupayakan untuk mengoneksikan kerja sama dengan Pemerintah Maluku. Agar pemerintah daerah lebih mengenal Bakamla, saya pun juga menjelaskan beberapa perannya yang meliputi penjagaan di laut Halmahera, Laut Banda, Laut Aru, dan Laut Arafuru hingga sampai batas wilayah perairan Indonesia dengan negara lain.

Sambutan hangat dari berbagai pihak dari kerja sama yang dikoneksikan ini tentunya sangat dibutuhkan agar terjalin kerekatan hubungan yang semakin baik kedepannya.

Sebagaimana sebuah semboyan “Tak kenal maka tak sayang,” saya pun berusaha memperkenalkan diri dan tujuan Bakamla dengan lingkungan sekitar yang di dalamnya terdiri dari lapisan institusi masyarakat dan pemangku kebijakan agar mengetahui keberadaan kami serta ikut berkontribusi aktif membangun Indonesia dan keamanan zona laut.