Board of Expert

Prof. Ir. Daniel Mohammad Rosyid Ph.D

Profesor Daniel adalah Dekan Fakultas Teknologi Kelautan ITS Surabaya. Sejak 2005, membidani PT Teknologi Kapal Kayu Indonesia (TKKI), sebuah perusahaan perencanaan dan pembuatan kapal-kapal kecil. TKKI memiliki galangan kapal kayu di Probolinggo dan fokus pada ekspor pasar Eropa bekerja sama dengan Francois Vivier, Inc.

Ia aktif sebagai Member of the Royal Institution of Naval Architects (MRINA), dan aktif mengembangkan minat di bidang Small Craft Technology (teknologi kapal kecil).

Bekerja bersama seorang antropolog Inggris, Roger Michael Johnson, Profesor Daniel mengembangkan beberapa rancangan kapal kayu layar bermotor untuk perikanan dan dipakai oleh the Mercy Relief Singapore guna bantuan 10 unit kapal ikan 17 meter bagi nelayan Aceh, serta kapal penumpang cepat berkapasitas 70 penumpang dari jenis Long and Narrow Trimaran untuk mengatasi alienasi pulau-pulau terpencil, terutama saat musim Barat di Karimunjawa atau musim Utara di Natuna.

 

Ika Prasetyawan

Previously working as senior consultant at the “Indonesian Hydrodynamic Laboratory”, he has a combined working span more than 20 years in Maritime industry as design appraisal engineers, offshore installation surveyor, independent consultant, model test engineer and educational lecturer.

Ika Prasetyawan is currently working for Lloyd’s Register Asia as Naval Architect and subject matter expert in the area of mooring system and hydrodynamics of offshore units.

Member of the Royal Institution of Naval Architects, he has been involving in prominent floating unit development in Asia, one of which is the SHELL FPS Gumusut considered as the first deep water facility in the region.

In the first years of his first career, he was actively involved in the Indonesia’s first motor-sail assisted cargo vessel Maruta Jaya developed by the Agency of Assessment and Application of Technology, before being transferred to Surabaya later as head of towing tank division at the Indonesian Hydrodynamic Laboratory.

In 2007, he receive  research grant from the Minister of Research and Technology, Indonesia, for the development of design of a multi-purpose modular self-propeller barge.

During 2003 until 2008 he volunteered to become lecturer at the Sepuluh Nopember Institute of Technology and  Surabaya Shipbuilding State Polytechnic giving lectures in the field of hydrodynamics, ship motion, and propeller design.

In 2008 he moved to Kuala Lumpur working with engineering team of Lloyd’s Register Asia Region.

Educational background: Ph.D. Hydrodynamics University of Newcastle upon Tyne UK (2003); M.Sc. Marine Technology University of Newcastle upon Tyne UK (1994); B.Sc. Naval Architect Sepuluh Nopember Institute of Technology Surabaya (1988).

Kolonel Laut (P) Salim

Kolonel Laut (P) Salim dilahirkan di Surabaya, tepat pada Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1972. Lulus dari Akademi Angkatan Laut (AAL) pada 1995, ia mengikuti Pendidikan International Navigating Officers Course di HMS Dryad Portsmouth Inggris tahun 1997.

Pada 1998, Salim menjalani pendidikan Minor War Vessel Navigation Course di Sydney Australia didahului dengan pendidikan Australia military Familirization di Merlbourne. Tahun 2000, ia sebagai Ship Rider ke Amerika Serikat mengikuti pelayaran keliling dunia dengan RSS Endurance. Pada 2002, ia mengikuti kursus Kibi Hankam tingkat Advance.

Salim termasuk Crew pertama pengambilan Kapal Corvette KRI Sigma Class dengan kursus-kursus: Combat Management System Netherlands, Integrated Navigation Jerman, Kingklip Sonar dan Excocet MBDA Perancis, NBCD and Damage Control, Hello Operations Netherland. Semua kursus tersebut dilaksanakan pada 2006 hingga 2007.

Pada 2012, ia mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Angkatan ke-49 di Lembang. Selanjutnya, ia turut dalam kursus Command and Staff Operation Law Sidney, Australia, tepatnya tahun 2013.

Riwayat penugasan dimulai pada 1996 sebagai Panagi KRI Hasanuddin-333, KRI Hasan Basri-382, KRI Yos Sudarso-353. Salim menjadi Pabandya Pembinaan Taktik Operasi Amphibi Strategi Operasi Staf Operasi Kasal Mabesal di KRI Hasanuddin-366 dan KRI Untung Suropati-372.

Ia menjabat Komandan Gladi Tugas Tempur Kolatarmatim berlanjut dengan Kasubdit Kerjasama Pusat Pengkajian Maritim Seskoal. Pada 2014, Salim menjabat Staf Asrena Kasal.

Salim menerima penugasan sebagai Visiting Vellow di Sea Power Center RAN Australia pada 2015. Sampai sekarang, ia Menjabat sebagai Paban Madya Penggunaan Kekuatan Staf Asop Panglima TNI.

Berbagai macam penugasan sebagai perancang latihan, baik bilateral maupun multilateral (antar-negara maupun sebagai observer Kakadu 2009, Cooperation Afloat Readines and training 1998 -2004, Navy to Navy Talk, ICRC, Law of Arned Conflict, Maritime Security Exercise dan lain-lain).

Salim merupakan UN visitor pada 2015 di Kongo, Uganda (MONUSCO) dan Mali (MINUSMA), Pada tahun 2016 sebagai UN Visitor di Lebanon (UNIFIL). Ketua Delegasi RI (TNI) untuk Bantuan Kemanusian Topan Winston Fiji tahun 2016, serta Tim penyusun Joint Declaration dan SOP Trilateral Corpat Indonesia, Malaysia, dan Filipina sampai dengan sekarang, serta kegiatan Tugas dan Operasional TNI lainnya.

Salim aktif sebagai Guest Speaker dan memberikan Kuliah Umum diberbagai perguruan Tinggi dan berbagai seminar tentang kemaritiman (Australian and Strategic Planing Institute, Habibie Center, Universitas Indonesia, Presiden University, Khairun University Maluku, UIN Sunan Kalijaga, UIN Syarif Hidayatullah, UPN Veteran, dan lain-lain.

Ia juga aktif menulis tentang kemaritiman dan Kebangsaan, baik di majalah cetak maupun media online. Buku yang pernah ditulis di antaranya Dzikir Daud untuk Meruwat Kepemimpinan Nasional, Kodrat Maritim Nasional (National Best Seller), A Pathway to Indonesia Maritime Future (Bahasa Inggris), Ketahanan Pangan dari Laut ‘My Fish My Life’.